Farah Gadis Yang Ku Temui Di Saat Hujan

Pertama kali mengenalnya pada sore hari yang ketika sedang menuggu angkot di daerah Sleman. Saat itu sore yang sudah gelap gulita dan sudah mulai hujan.



Saya persiapkan saja payung kecil lipat untuk berjaga-jaga saja. Karena saat di rumah saya lihat begitu gelap sekali.

Saya melihat sesosok wanita yang sedang berlarian menerjang hujan dan secepatnya saya menghampirinya dengan payung yang saya pakai dan saat itu , kami berpayung bersamaan.

Saat kami berdua di bawah payung dengan guyuran hujan kami hanya terdiam membisu saja dan kami mencari tempat sejenak ke tempat teduh di ruko yang sudah tutup.

Saat itu, si wanita itu bilang “ Terima kasih banyak ya, sudah mengantarkan saya ke tempat yang teduh. “ iya sama-sama”

“wah kalo gak papasan dengan aku , kamu bisa basah kuyub tuh”?ucapku.

“oh , iya kamu memang mau kemana?” ucap saya.

” Mau ke Kaliurang” jawabnya. Kemudian saat saya tanya namanya, saya dengar dia jawab kalo namanya Farah. Akhirnya angkutan yang ditunggu Faarah datang.

Lalu saya pun pulang ke rumah. Beberapa hari kemudian di tempat yang sama kembali saya bertemu dengannya.

“Halo …., kamu masih ingat saya gak?” Tanya saya .

“oh , iya Masih donk. Oh iya kamu bawa payung lagi gak??” ucapnya. “ Ah , kagak kok , kan hari ini cerah sekali “ jawab saya. “mau kemana lagi nih Farah?”Tanya saya. “ Hmmm..mau jalan –jalan saja nih ??” tutur nya.

AGENT BETTING ONLINE TERBAIK DAN TERPERCAYA WWW.OKE77.COM

Lalu saya ajak Sarah untuk makan Sate jaran ( kuda) Godean aja di seberang jalan.

“Buru-buru gak Farah? Gimana kalo makan dulu yuk!” ajak saya. ” Oke, Boleh, tapi kamu yang traktir ya”. Tutur nya.

“Oh…Oke , Jangan kuatir kalo masalah itu”. Jawab saya. Lalu kemudian kami segera masuk ke dalam warung tenda Sate kuda Godean. Segeralah saya memesan dua porsi. Namu tiba-tiba si Farah menolaknya.

“ Lho kenapa gak makan “?? Tanya saya.

“Ak nggak usah, ak masih kenyang. Ak minum es jeruk saja ya “. jawab nya

” Oke , Ya sudah. Mas Satenya satu saja dan es jeruk nya dua,” dan saya pesan pada si abang tukang Sate Jaran.

Lalu kami pun duduk berhadapan yang di pisahkan oleh meja kecil yang memenjang.

Saat saya makan dengan cepat dan kemudian mulai minum es jeruk yang telah saya pesan . Karena mejanya sedikit kecil lutut kami bisa saling bersenggolan . Lalu tiba-tiba Sarah menyentuhkan lututnya agak keras ke lutut saya.

” Duh …Kenapa Farah ?” Tanya saya .

” Itu lhoo.. ada orang yang di belakang mu tu , dari tadi mlototin ak terus”. Tutur nya

” Ah…Biarin aja deh , cuekin aja deh Farah..”jawab saya Dan Tiba-tiba kedua lututnya kemudian menjepit salah satu kaki saya. Dan saya sedikit agak terkejut denga perlakuan Farah.

“Hmmm….sekalian di Pijitin juga donk,” ucap saya. “Ohh, kamu mau? Tapi Jangan di sini ya ” kata nya sambil mengedipkan mata sebelah.

“Bujuuuuk, apa yang akan terjadi setelah makan sate kuda ini ya ???

” OO….Jadi di mana?” Tanya saya lagi.

“Di Hotel saja” sahutnya berbisik.

Kemudian saya tatap dia, seolah-olah saya tak percaya dia ngajakin masuk ke hotel. Lalu saya segera selesaikan makan, bayar dan keluar dari warung.

Laki-laki yang dibilangnya tadi ngelihatin terus masih curi-curi pandang ke arah Farah .

Kemudian kami keluar dan mencari- cari hotel. Sambil mencari –cari hotel, sesaat saya bisikkan di telinganya ” Suka pakai kondom gak ?” Tanya saya.

“Terserah kamu saja deh ,” jawabnya. Saya hampir tidak pernah pakai pengaman , apalagi nawarin teman kencan saya untuk pakai kondom dalam seksual.

Hmmm,,,Entah kenapa, atau mungkin kasihan aja kepada Farah makanya kutawarkan pakai kondom.

Sambil mencari- cari saya coba melirik-lirik apotek atau toko obat, tapi nggak ada sampai kami sudash tiba di hotel yang kami inginkan . Begitu masuk kamar, saya ke kamar mandi sebentar dan mencuci kontol saya.

Kemudian Farah berbaring di atas ranjang. Saat saya keluar dari kamar mandi dan Farah melihat saya. Farah kemudian berdiri dan segera melepas bajunya sampai Sarah sudah bugil .

Saya kemudian melepas pakaian saya dan berbaring di sampingnya di atas ranjang. ” oh iya Mas, Mas ini orang mana ?? ko dada nya ada bulu lebat banget?” tanyanya.

” saya orang Jawa asli Sleman,” jawab saya. “Ada turunan Arab ya?” tanyanya lagi seperti tak percaya dengan jawaba saya

“oh iya , sekarang kamu kerja di mana Farah?” Tanya saya ” Sales Counter Mas”. Jawab nya .

Setelah bincang-bincang beberapa saat, saya tahu ternyata dia berasal dari Bawen, usia nya kisaran sedikit di bawah umur saya. Pada saat ini saya dapat mengamati Farah dengan lebih cermat.

Tingginya yang saya prediksi kisaran 160 cm, kulitnya kuning langsat, gak terlalu gemuk. Dengan Rambutnya lurus sepundak, matanya seksi dengan ukuran dadanya cukup mantab.

” Kalo Nggak usah mandi dulu , gimana” ucap saya. ” Iya , Nggak usah deh , nanti aja. Nanti aja sekalian kalo dah selesai” kata Farah.

“Oh ya, katanya tadi kamu mau pijitin saya,” kataku menggodanya sambil dengan posisi tubuh saya yang tengkurep.

Lalu Farah mendekati dan tangan nya mulai memijiti bagian dari tubuh saya.

Woow….keras juga pijitan tangannya.

Farah pun mulai memijit dari bagian kaki, paha, tangan, kepala dan arah punggung saya. “Udahan ya ..dah lengkap semua nih, sekarang mana lagi yang mau dipijit?” tanyanya menantang.

“Lha yang Depan ini belum dipijit kok ,??” ucap saya. Kemudian saya membalikkan badan dan Farah segera menyosor saya dengan ciuman yang ganas dan Hot . Lalu saya pun membalas dengan tak kalah bringas. Wanita ini nafsunya besar juga nih anak. Bibirnya bergeser ke bawah dan Farah mencium dan menjilat bagian leher.

Dengan nikmat nya saya menggelinjang ke asikkan . Lalu desiran nafas kami mulai memburu. Sambil menciumi dan mengecup pada bagian dadaku, Sarah memeluk saya dengan erat.

Saat saya lihat payudaranya yang kenyal dan padat di lengkapi dengan puting kecil yang berwarna merah muda menantang saya untuk segera mencabik –cabik nya.

Payudara sebelah kanan saya sedot dan saya kulum, sementara sebelah kirinya saya remas dengan tangan kanan. Tangan kiri mengelius-ngelus wajaahnya dengan lembut dan mesra. Sarah mengerang dan merintih saat putingnya saya gigit kecil dan saya jilat-jilatin.

“MMh……….Ououououhh.. Mas.. Ouuhh.. Mas Boby……..”

Payudaranya saya hajar dan kulum habis sampai semuanya masuk ke mulut. Farah menjilati telinga saya. Saya pun jadi terangsang hebat. Kontol ku sudah mengeras siap untuk maju dalam peperangan yang haus akan seks.

Farah melepaskan diri dari pelukan dan kini Farah menjilati dan menciumi tubuh saya. Dari leher bibirnya kemudian menyusuri dada, dan sekali lagi …….

“.. Oukhh, Farah.. Yachh.. Yesss……”

Saya mengerang ketika mulutnya menjilati putting saya . lalu saya tolak tubuhnya karena tak tahan dengan rangsangan yang diberikan pada putingku dan kemudian saya rebahkan ke arah samping. Bibir saya menyaut bibirnya.

Dan saya dorong lidahku untuk menggelitik mulutnya. Dan lidahku kemudian di emut –emut nya kayak permen aja. Tangannya menjelajah ke bagian selangkangan dan kemudian mulai mengocok kontol saya.

Kontol saya semakin tegang dan menjadi besar.

“Puaskan ak, Mas Boby. Bawa ak dalam deburan kenikmatan .. ” Farah memekik.

Tidak lama kemudian tangannya memegang erat kontolku dan saya rasakan pantat dan pinggul Farah bergerak-gerak menggesek kontol ku.

Kepala kontol ku kemudian masuk ke dalam lubang memeknya dan sudah Terasa basah dan agak kesusahan saat menerjang nya.

“Akhh.. Oukkhh Hmmm..Mh……”

Farah mendongakkan kepalanya dan memberikan kesempatan kepada saaya untuk menjilati lehernya yang tepat di depan saya . kemudian Farah memutarkan pantatnya dan dengan tusukan keras akhirnya semua batang kontol ku sudah tertancap ke dalam memek nya.

Dan pinggul saya bergerak maju mundur merasakan deburan kenikmatan.

Dan terkadang gerakan saya ubah menjadi ke kanan ke kiri atau berputar berlawanan dengan arah putaran pantatnya. Sesekali gerakan saya agak pelan dan saya gantung selangkangan saya.

Pantatnya naik agak tinggi sehingga kepala kontol ku berada di bibir memeknya dan kemudian dengan cepat saya turunkan bokongku hingga seluruh batang kontol ku tenggelam ke dalam liang memeknya.

Punggungnya naik dengan bertopang pada sikut nya. Lalu saya sedot puting teteknya yang sudah memuncak.

Dan aksi saya menjadi semakin liar dan bringas.

Tangannya Farah memeluk punggung dan payudara nya menempel dan merapat pada dada saya.

Tangannya meremas sambil menjambaki rambutku, mulutnya merintih dan mengerang keras.

“MAs Boby.. Ouhh Masss, ak mau ampee, ak mau muncraaaaaaaat….”

“Sshh.. Shh..Mhhhhhhhhhhh……..”

“Mas Boby…..sekarang ouhh.. Sekarang……..” Farah memekik.

Tubuhnya mengejang rapat diatas tubuh saya dan kakinya membelit kakiku. Mulutnya mencari-cari mulutku dan saya caplok agar Sarah tidak merintih terlalu keras lagi.

Memeknya berdenyut dengan rapat sekali.

Saya juga merasakan akan mencapai kenikmatan dan saya tekan pantat ku ke bawah dengan keras hingga kontol ku mentok masuk ke dalam memeknya.

“Akhkhkh Farah.. ….rasakanlah tembakan pejuh ku,”

Lalu saya memuntahkan cairan pejuh ku ke dalam memek nya. Terasa banyak sekali dan lumer keluar menetes dari lubang memeknya. Tubuh saya kemudian melemas di atas tubuh Sarah.

Keringat kami bagaikan diperas, menitik di sekujur tubuh. Kontol ku yang masih menegang saya biarkan tetap di dalam memeknya sampai akhirnya mengecil dan terlepas sendiri.

Akhirnya kami bangun setelah nafas kami menjadi normal kembali . Kami masuk ke dalam kamar mandi dan membersihkan diri. Kami pulang menuju rumah masing-masing.

Karena sudah agak malam dan angkutan umum sudah jarang, maka saya berikan ongkos taxi untuk Farah.

Kami janjian untuk ketemu 2 minggu lagi. Dua minggu kemudian kami sudah ada di dalam kamar hotel. Kini saya sudah menyiapkan kondom sebelumnya. Begitu masuk ke dalam kamar, Farah langsung memeluk saya dan menciumi dengan ganasnya dan liar .

Tangannya dengan cepat nya sudah melepaskan baju saya dan kemudian celana lalu sekaligus celana dalam saya. Setelah itu kemudian Farah membuka bajunya sendiri dengan cepat.

Tangannya sudah menjelajah pada bagian selangkangan saya , dan meremas, mengurut dan mengocoknya. Perlahan namun pasti kontolku semakin membesar dan mengeras.

Kami masih berciuman dan berciuman di leher. Kami mulai terangsang dan tubuh kami mulai sudah hangat. Detak jantung mulai cepat dan nafas menjadi tak teratur. Kemudian saya dia di atas meja di dalam kamar.

Kini kami lebih leluasa untuk menjamahi tubuh kami.

Tangannya masih juga bermain dengan kontol ku. Tangan saya meremas payudaranya, memilin putingnya yang mulai mengeras. Lalu saya tarik pantatnya sedikit ke depan sehingga posisinya berada di bibir meja.

Dengan bantuan tangannya saya coba memasukkan kontol ku ke memeknya dalam posisi saya yang berdiri.

Farah menggerak-gerakkan bokongnya untuk membantu penetrasi ku. Digesekkan kepala kontol ku pada bibir memeknya. Setelah cukup pelumasan Farah berbisik,

“Mas Boby…Dorong Mas.. Dorong”.

Arrrghh…Farah

Lalu saya dorong pantatku dengan pelan dan akhirnya batang kontolku bisa masuk dengan lancar ke dalam lubang kenikmatan . Dalam beberapa saat kami masih bertahan pada posisi berdiri.

Saat Kakiku sudah mulai gemetar menahan tubuh nya . lalu saya angkat tubuhnya kemudian saya gendong berjalan ke arah ranjang.

“Mhhhh…Farah Sayang kontol ku terlepas” ucap saya .

Lalu saya dorong dia sambil tetap berpelukan dan berciuman ke kamar mandi. Sampai kamar mandi saya lepaskan pelukan dan kami membersihkan senjata kami masing-masing terlebih dahulu untuk melanjutkan permainan berikutnya yang lebih menggairahkan .

JUDI KARTU TERBAIK HANYA DI WWW.OMDOMINO.COM

Kemudian saya bopong tubuhnya yang sintal dan saya rebahkan ke ranjang . Sebentar kemudian kami kembali bergumul untuk saling memberi dan menerima kenikmatan. Farah berada di atas tubuh saya .

Kepala Farah ke bawah, ke perut dan terus ke bawah. Di gigitnya kontolku dengan gigitan kecil di sepanjang batangnya.

Farah memandang saya dan saya menarik buah zakar sehingga batang kontol ku juga tertarik dan berdiri tegak menantang. Saya memberi isyarat ketika kepalanya ada di atas selangkanganku.

Kepalanya kemudian bergerak ke bawah. Lalu Farah mengisap-isap kepala kontol ku dan dengan lihai menjilatinya.

Tiba-tiba tubuh saya seperti kena setruuum ketika lidah Farah menjilat lubang kencing saya .

Saat saya lihat Farah dengan nikmat nya dan asyiknya menjilat, menghisap dan mengulum kepala kontol ku.

Farah tidak memasukkan seluruh batang kontolku ke dalam mulutnya, melainkan hanya kepala kontolku saja yang menjadi target birahinya. kemudian saya tarik tubuhnya dan kini saya tindih.

Farah memelukku dan mencumbu saya pada bagian daun telingaku. Dengan hal itu aku menjadi merinding. Payudaranya yang sudah mengencang dan padat menekan pada bagian dadaku.

Saya cium bibirnya dan saya remas-remas payudaranya.

“Ouhh Come On..Mas.. Ak.. …..”

“Masukkan Mass.. Ayo masukkan.. ”

saya menurunkan pantat saya dan segera kontolku sudah tengelam dalam lubang memeknya .

“Mass.. Enak sekali Mas Boby, ak.. Oukhh”

Faaraah memekik kecil, lalu saya tekan saja kontolku sampai amblas ke dalam. Tangannya mencengkeram punggungku.

Tidak terdengar suara apa pun dalam kamar selain deritan ranjang dan kicauan kami. saya cabut kontol ku , saya tahan dan saya keraskan otot-otot kontol ku.

Pelan-pelan saya masukkan kepalanya saja ke bibir gua yang lembab, becek dan memerah itu. Sarah terpejam menikmati permainan saya pada bibir memeknya.

“.. Hggk.. Mhhhhhhhhhh”.

Farah menjerit tertahan ketika tiba-tiba saya hunuskan batang kontol saya sampai mentok ke rahimnya.

saya gerakkan maju mundur dengan pelan setengah batang sampai sepuluh kali kemudian saya sodokkan dengan kuat sampai semua batang kontol saya amblas masuk kedalam.

Farah menggerakkan pinggulnya memutar dan naik turun sehingga kenikmatan yang luar biasa sama-sama kami rasakan.

Kontol ku seperti dipelintir rasanya. Lau saya sedot payudaranya dan saya mainkan putingnya dengan lidahku yang lihai .

Farah seperti orang yang mau berteriak menahan sesuatu menikmati hubungan ini. Farah mencakar -cakar dengan histeris.

“Auuhkhh.. Terus.. Teruskan..

Mass Boby………..Nikmaaaaaaaaatt sekali.. Ooh”

Kini kaki saya menjepit kakinya. Ternyata memeknya nikmatnya memang luar biasa, meskipun agak becek namun gerakan memutarnya seperti menyedot kontol saya lalu saya mulai memompa lagi.

Farah seperti seekor kucing liar yang tidak terkendali. Keringat membanjiri tubuh kami.

Saya pacu Sarah mendaki titik puncak kenikmatan. Kami saling meremas, memagut, dan mencium. kemudian saya buka lagi kedua kakinya, kini betisnya melilit di betisku.

Matanya sendu . dan saya siap untuk memuncratrkan pejuhku.

“Farah, kayak nya saya mau keluar.. “

“Sebentar lagi Farah … saya mau.. “.

“Kita sama-sama Mas Boby, Ouucchh.. “

“AAAhhhhhhhhhhhhh…”. Farah melenguh panjang.

Beberapa kemudian..,

“Sekarang Farah. Ayo sekarang.. Ouuhh”,

saya mengerang enak saat muncraatan pejuh keluar dari ujung kontol ku.

“Mas Boby.. Argghh………”

Kemudian kakinya menjepit kaki saya dan menarik kaki saya sehingga kontol saya tertarik mau keluar. Dan saya menahan agar posisi kontol saya tetap dalam memeknya. Matanya terbuka lebar, tangannya kembali mencakar punggung ku, mulutnya menggigit dada ku sampai merah membekas.

Kemaluan kami saling membalas berdenyut sampai beberapa saat saja. Setelah beberapa saat kemudian keadaan menjadi tenang.

Kami membersihkan diri dan check out dari hotel yang kami pakai. saya ngeseks dengan Sarah sampai sepuluh kali dan setelah itu tidak pernah ketemu lagi.

Dulu saya pernah minta nomor telepon kantornya tapi dia tidak mau memberikannya. Entah apa alasannya.

Sampai sekarang saya tak pernah bertemu lagi dengan dirinya, meskipun kadang-kadang saya masih duduk –dudukan di tempat biasa saat kami bertemu pada awalnya.
Previous
Next Post »