Teman Satu Kostku Yang Menggairahkan

Walaupun bulan ini penuh dengan kesibukan, saya termasuk orang yang sangat susah untuk dapat mengontrol keinginan seks atas wanita. Pengalaman ini saya alami beberapa hari sebelum bulan-bulan sibuk saya yang lalu di tempat kost. Di tempat kost, kami berlima dan hanya ada satu-satunya cewek di kost ini, namanya Farah. Saya heran ibu kost menerima anak perempuan di kost ini. Oh, rupanya Farah bekerja di dekat kost sini.



Farah cukup cantik dan kelihatan sudah matang dengan usianya yang relatif sangat muda, tingginya kira-kira 160 cm. Yang membuat saya bergelora adalah tubuhnya yang putih dan kedua buah dadanya yang cukup besar. Ahh, kapan saya bisa mendapatkannya, pikirku. Menikmati tubuhnya, menancapkan penis saya ke vaginanya dan menikmati gelora kegadisannya.

Usia saya sudah 32 tahun, belum menikah tapi sudah punya pacar yang jauh di luar kota. Soal hubungan seks, saya baru pernah dua kali melakukannya dengan wanita. Pertama dengan Mbak Fani, teman sekantor saya dan dengan Elisa. Dengan pacar saya, saya belum pernah melakukannya.

Kami berlima di kost ini kamarnya terpisah dari rumah induk ibu kost, sehingga saya dapat menikmati gerak-gerik Farah dari kamar saya yang hanya berjarak tidak sampai 10 meter. Yang gila dan memuncak adalah saya selalu melakukan masturbasi minimal dua hari sekali. Saya paling suka melakukannya di tempat terbuka. Kadang sambil lari pagi, saya mencari tempat untuk melampiaskan imajinasi seks saya.

Sambil memanggil nama Farah, crot crot crot, muncratlah sperma saya, enak dan lega walau masih punya mimpi dan keinginan menikmati tubuh Farah. Saya juga suka melakukan masturbasi di rumah, di luar kamar di tengah malam atau pagi-pagi sekali sebelum semuanya bangun. Saya keluar kamar dan di bawah terang lampu neon atau terang bulan, saya telanjangi diri saya dan mengocok penis saya, menyebut-nyebut nama Farah sebagai imajinasi senggama saya. Bahkan, saya pernah melakukan masturbasi di depan kamar Farah, saya muntahkan sperma saya menetesi pintu kamarnya. Lega rasanya setelah melakukan itu.

AGENT BETTING ONLINE TERBAIK DAN TERPERCAYA WWW.OKE77.COM

Farah saya amati memang terlihat seperti agak binal. Suka pulang agak malam diantar cowok yang cukup altletis, sepertinya pacarnya. Bahkan beberapa kali saya lihat dia suka pulang pagi-pagi, dan itu adalah pengamatan saya sampai kejadian yang menimpa saya beberapa hari sebelum bulan itu.

Seperti biasanya, saya melakukan masturbasi di luar kamar saya. Hari sudah larut hampir jam satu dini hari. Saya melepas kaos dan celana pendek, lalu celana dalam saya. Saya telanjang dengan Tangan kiri memegang tiang dan tangan kanan mengocok penis saya sambil saya sebut nama Farah. Tapi tiba-tiba saya terhenti mengocok penis saya, karena memang Farah entah tiba-tiba tengah malam itu baru pulang.

Dia memandangi saya dari kejauhan, melihat diri saya telanjang dan tidak dengan cepat-cepat membuka kamarnya. Sepertinya saya tangkap dia tidak grogi melihat saya, tidak juga saya tangkap keterkejutannya melihat saya. Saya yang terkejut.

Setelah dia masuk kamar, dengan cuek saya lanjutkan masturbasi saya dan tetap menyebut nama Farah. Yang saya rasakan adalah seolah saya menikmati tubuhnya, bersenggama dengannya, sementara saya tidak tahu apa yang dipikirkannya tentang saya di kamarnya. Malam itu saya tidur dengan membawa kekalutan dan keinginan yang lebih dalam.

Paginya, ketika saya bangun, sempat saya sapa dia.

“Met pagi..” kata saya sambil mata saya mencoba menangkap arti lain di matanya, kami hanya bertatapan.

Ketika makan pagi sebelum berangkat kantor juga begitu.

“Kok semalam sampai larut sih?” tanya saya.

“Kok gak diantar seperti biasanya?” tanya saya lagi sebelum dia menjawab.

“Iya Mas, saya lembur di kantor, temenku sampai pintu gerbang saja semalam.” jawabnya sambil tetap menunduk dan makan pagi.

“Semalam nggak terkejut ya lihat aku?” saya mencoba menyelidiki.

Wajahnya memerah dan tersenyum. Wahh.., serasa jantung saya copot melihat dan menikmati senyum Farah pagi ini yang berbeda. Saya rasanya dapat tanda-tanda nih, sombongnya hati saya.

Rumah kost kami memang tertutup oleh pagar tinggi tetangga sekeliling. Kamar saya berada di pojok dekat gudang, lalu di samping gudang ada halaman kecil kira-kira 30 meter persegi, tempat terbuka dan tempat untuk menjemur pakaian. Tanah ibu kost saya in cukup luas, kira-kira hampir 50 X 100 m. Ada banyak pohon di samping rumah, di samping belakang juga. Di depan kamar saya ada pohon mangga besar yang cukup rindang.

Rasanya nasib baik berpihak pada saya. Sejak saat itu, kalau saya berpapasan dengan Farah atau berbicara, saya dapat menangkap gejolak nafsu di dadanya juga. Kami makin akrab. Ketika kami berbelanja kebutuhan Puasa di supermarket, saya katakan terus terang saja kalau saya sangat menginginkannya. Farah diam saja dan memerah lagi, dapat saya lihat walau tertunduk.

Saya mengajaknya menikmati malam minggu tengah malam kalau dia mau. Saya akan menunggu di halaman dekat kamar saya, kebetulan semua teman-teman kost saya pulang kampung. Yang satu ke Solo, istrinya di sana, tiap Sabtu pasti pulang. Yang satunya pulang ke Temanggung, persiapan Puasa di rumah.

Saya harus siapkan semuanya. Saya siapkan tempat tidur saya dengan sprei baru dan sarung bantal baru. Saya mulai menata halaman samping, tapi tidak begitu ketahuan. Ahh, saya ingin menikmati tubuh Farah di halaman, di meja, di rumput dan di kamar saya ini. Betapa menggairahkan, seolah saya sudah mendapat jawaban pasti.

Sabtu malam, malam semakin larut. Saya tidur seperti biasanya. Juga semua keluarga ibu kost. Saya memang sudah nekat kalau seandainya ketahuan. Saya sudah tutupi dengan beberapa pakaian yang sengaja saya cuci Sabtu sore dan saya letakkan di depan kamar saya sebagai penghalang pandangan. Tidak lupa, saya sudah menelan beberapa obat kuat/perangsang seperti yang diiklankan.

Tengah malam hampir jam setengah satu saya keluar. Tidak saya lihat Farah mau menanggapi. Kamarnya tetap saja gelap. Seperti biasa, saya mulai melepasi baju saya sampai telanjang, tangan kiri saya memegangi tiang jemuran dan tangan kanan saya mengocok penis saya. Sambil saya sebut nama Farah, saya pejamkan mata saya, saya bayangkan sedang menikmati tubuh Farah. Sungguh mujur saya waktu itu. Di tengah imajinasi saya, dengan tidak saya ketahui kedatangannya, Farah telah ada di belakang saya.

Tanpa malu dan sungkan dipeluknya saya, sementara tangan saya masih terus mengocok penis saya. Diciuminya punggung saya, sesekali digigitnya, lalu tangannya meraih penis saya yang menegang kuat.

“Farah.. Farah.. achh.. achh.. nikmatnya…” desah saya menikmati sensasi di sekujur penis saya dan tubuh saya yang terangkat tergelincang karena kocokan tangan Farah.

“Uhh.. achh.. Farah, Farah.. ohhh.. saya mau keluar.. ohh..” desah saya lagi sambil tetap berdiri.

Kemudian saya lihat Farah bergerak ke depan saya dan berlutut, lalu dimasukkannya penis saya ke mulutnya.

“Oohhh Farah… Uhh Farahhh.., Faarraahh… Nikmat sekali…” desah saya ketika mulutnya mengulumi penis saya kuat-kuat.

Akhirnya saya tidak dapat menahannya lagi, crott.. crot.. crot.., spema saya memenuhi mulut Farah, membasai penis saya dan ditelannya. Ahh anak ini sudah punya pengalaman rupanya, pikir saya. Lalu Farah berdiri dengan mulut yang masih menyisakan sperma saya, saya memeluknya dan menciuminya. Ahh.., kesampaian benar cita-cita saya menikmati tubuhnya yang putih, lembut, sintal dan buah dadanya yang menantang.

Saya lumati bibirnya, saya sapu wajahnya dengan mulut saya. Saya lihat dia memakai daster yang cukup tipis. BH dan celana dalamnya kelihatan menerawang jelas. Sambil terus saya ciumi Farah, tangan saya berkeliaran merayapi punggung, dada dan pantatnya. Ahh.. saya ingin menyetubuhi dari belakang karena sepertinya pantatnya sangat bagus. Saya segera melepaskan tali dasternya di atas pundak, saya biarkan jatuh di rumput.

Ahh.., betapa manis pemandangan yang saya lihat. Tubuh sintal Farah yang hanya dibalut dengan BH dan celana dalam. Wahhh.., membuat penis saya mengeras lagi. Saya lumati lagi bibirnya, saya menelusuri lehernya.

“Ehh.., emmhhh..!” desis Farah menikmati cumbuan saya.

“Ehh.., ehhh..!” sesekali dengan nada agak tinggi ketika tangan saya menggapai daerah-daerah sensitifnya.

Kemudian kepalanya mendongak dan buah dadanya saya ciumi dari atas. Oh my God, betapa masih padat dan montok buah dada anak ini. Saya mau menikmatinya dan membuatnya mendesis-desis malam ini. Tangan saya yang nakal segera saja melepas kancing BH-nya, saya buang melewati jendela kamar saya, entah jatuh di mana, mungkin di meja atau di mana, saya tidak tahu. Uhhh.., saya segera memandangi buah dada yang indah dan montok ini. Wah luar biasa, saya putari kedua bukitnya. Saya tetap berdiri. bergantian saya kulumi puting susunya. Ahh.., menggairahkan.

JUDI KARTU TERBAIK HANYA DI WWW.OMDOMINO.COM

Terkadang dia mendesis, terlebih kalau tangan kanan saya atau kiri saya juga bermain di putingnya, sementara mulut saya menguluminya juga. Tubuhnya melonjak-lonjak, sehingga pelukan tangan kanan atau kiri saya seolah mau lepas. Farah menegang, menggelinjang-gelinjang dalam pelukan saya. Lalu saya kembali ke atas, saya telusuri lehernya dan mulut saya berdiam di sana. Tangan saya sekarang meraih celana dalamnya, saya tarik ke bawah dan saya bantu melepas dari kakinya. Jadilah kami berdua telanjang bulat.

Saya tangkap kedua tangan Farah dan saya ajak menjauh sepanjang tangan, kami berpandangan penuh nafsu di awal bulan ini. Kami sama-sama melihat dan menjelajahi dengan mata tubuh kami masing-masing dan kami sudah saling lupa jarak usia di antara kami. Penis saya menempel lagi di tubuhnya, enak rasanya. Saya memutar tubuhnya, saya sandarkan di dada saya dan tangannya memeluk leher saya.

Kemudian saya remasi buah dadanya dengan tangan kiri saya, tangan kanan saya menjangkau vaginanya. Saya lihat taman kecil dengan rumput hitam cukup lebat di sana, lalu saya raba, saya coba sibakkan sedikit selakangannya. Farah tergelincang dan menggeliat-geliat ketika tangan saya berhasil menjangkau klitorisnya. Seolah dia berputar pada leher saya, mulutnya saya biarkan menganga menikmati sentuhan di klitorisnya sampai terasa semakin basah.

Saya bimbing Farah mendekati meja kecil yang saya siapkan di samping gudang. Saya suruh dia membungkuk. Dari belakang, saya remasi kedua buah dadanya. Saya lepas dan saya ciumi punggungnya hingga turun ke pantatnya. Selangkangannya semakin membuka saja seiring rabaan saya. Setelah itu saya turun ke bawah selakangannya, dan dengan penuh nafsu saya jilati vaginanya. Mulut saya menjangkau lagi daerah sensitif di vaginanya sampai hampir-hampir kepala saya terjepit.

“Oohh… aahh… aku nggak tahan lagi… masukkan..!” pintanya.

Malam itu, saya akhirnya dapat memasukkan penis saya dari belakang. Saya masukkan penis saya sampai terisi penuh liang senggamanya. Saat penetrasi pertama saya terdiam sebelum kemudian saya genjot dan menikmati sensasi orgasme. Saya tidak perduli apakah ada yang mendengarkan desahan kami berdua di halaman belakang. Saya hanya terus menyodok dan menggenjot sampai kami berdua terpuaskan dalam gairah kami masing-masing.

Saya berhasil memuntahkan sperma saya ke vaginanya, sementara saya mendapatkan sensasi jepitan vagina yang hebat ketika datang orgasmenya. Saya dibuatnya puas dengan kenyataan imajinasi saya malam Minggu itu. Sabtu malam atau minggu dini hari yang benar-benar hebat. Saya bersenggama dengan Farah dalam bebrapa posisi. Terakhir, sebelum posisi konvensioal, saya melakukan lagi posisi 69 di tempat tidur.

Ahh Farah, dia berada dalam pelukan saya sampai Minggu pagi jam 8 dan masih tertidur di kamar saya. Saya bangun duluan dan agak sedikit kesiangan. Ketika melihat ke luar kamar, ohh tidak ada apa-apa. Saya lihat kedua cucu ibu kost saya sedang bermain di halaman. Mereka tidak mengetahui di tempat mereka bermain itu telah menjadi bagian sejarah seks hidup saya dan Farah. Itulah pengalaman saya dengan Farah di kost.
Previous
Next Post »