Kepala Sekolahku Yang Bejad

Kali ini aku akan menceritakan kisah seks yang terjadi pada teman satu kelasku panggil saja Elsi dia gadis yang sangat cantik dia selalu menggunakan  jilbab bila ke sekolah. Tepat pukul 07.15 bel sekolahan berbunyi. Semua murid masuk ke kelasnya masing-masing. Tak terkecuali dalam kelasku. Semua teman-temanku sudah masuk dalam kelas, dan selang beberapa menit datanglah pak Ari guru BK masuk ke kelasku dan berkata,



“Selamat pagi anak-anak”

“Selamat pagi pak” sorak murid-murid. Kemudian pak Ari memanggil Elsi.

“Elsi”

“Ya pak” jawab Elsi singkat.

“Kamu disuruh menghadak pak Kepala Sekolah di ruangannya” kata pak Ari.

Elsi sudah menduga bahwa dia bakal dipanggil karena dia sudah menunggak membayar spp selama 2 bulan. Elsi langsung beranjak dari kursinya dengan wajah lesu. Teman-teman yang lain Cuma bisa melihat Elsi. Langkah kaki Elsi sangat lemah sambil otaknya berpikir mencari alasan yang pas ketika dapat pertanyaan nanti dari Kepsek. Dan tak lama kemudian dia sampai di depan pintu ruangan kepala sekolah.

“Tok tok tok “ terdengar suara ketukan pintu.

“Ya silakan masuk” jawaban dari dalam ruangan.

“Pagi pak” sapa Elsi ketika memasuki ruangan.

“Selamat pagi Elsi, silakan duduk” jawab kepsek.

Tatapan mata Kepsek membuat wajah Elsi yang cantik tertunduk ketika menghadap ke kepala sekolah,

“Langsung aja ya Elsi, bapak mau kasih tau kalau SPP kamu sudah menunggak selama 2 bulan”

“Iya pak maaf, saya tahu pak kalau saya belum bisa membayar SPP dikarenakan orangtua saya belum ada uang pak” kata Elsi memelas.

“Tapi gimana lagi memang ini sudah jadi peraturan kami, bagi siswa yang belum membayar SPP selama 2 bulan dan dalam waktu satu minggu belum juga membayar akan dikeluarkan dari sekolahan”

“Mohon harap maklum pak” rengek Elsi.

AGENT BETTING ONLINE TERBAIK DAN TERPERCAYA WWW.OKE77.COM

“Iya saya tahu kalau kamu itu salah satu siswi berprestasi jadi sayang kalau kamu sampi putus sekolah, ya sudah gini aja, apakah kamu sudah punya pacar?” tanya pak Kepsek sedikit aneh.

Mendengar perkataan itu itu Elsi jadi bingung, karena memang apa yang ditanyakan pak Kepsek melenceng jauh dari SPP.

“Maaf pak emang kenapa pak kalau belum punya pacar? Dan terus apa hubungannya pak belum punya pacar sama SPP?” tanya Elsi penasaran.

“Kamu bingung ya? Gini maksud bapak, kalau kamu memang belum punya pacar, bapak punya solusi untuk masalah kamu. Kamu saya bebaskan uang SPP asal kamu mau melayani sexku setiap aku pengen melakukan hubungan sex. Gimana apa kamu bersedia? Atau kamu akan menolaknya dan aku akan mengeluarkan kamu dari sekolah?” kata pak Kepsek

“Maaf pak saya gak bisa menuruti permintaan bapak yang aneh ini” jawab tegas Elsi.

“Ya sudah kalau gitu kamu akan saya keluarkan dari sekolah hari ini juga” kata pak Kepsek lagi.

“Tapi pak, bapak gak bisa seenaknya gitu donk pak” ronta Elsi.

“Ya semua tergantung padamu, bapak hanya ingin bersenang-senang denganmu saja kog”
Dalam hati dan pikiran Elsi berkecamuk menjadi satu. Dia menundukkan kepalanya. Pak Kepsek terus saja merayunya,

“Bapak juga akan memberimu uang jajan setiap harinya, jadi kamu juga masih bisa bersenang-senang dengan temanmu yang lainnya”

Elsi masih menundukkan kepalanya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. Pak Kepsek mendekati Elsi dan kemudian menganggkat dagu Elsi dan mencium lembut bibir Elsi

“Hentikan pak, aku mohon jangan lakukan ini” ronta Elsi. Diapun langsung berdiri dan berlari mendekati pintu tapi dengan sigap pak Kepsek menutupi pintu ruangan dengan tubuhnya. Pintupun lantas dikunci.

“Tolong pak lepaskan saya” teriak Elsi. Dan dengan refleks pak Kepsek menampar pipi Elsi sampai memerah pipinya. Elsi menangis, kemudian pak Kepsek mendorong tubuh Elsi hingga terhempas di sofayang ada di dalam ruangan.

“Jangan berani-berani kamu teriak lagi atau kamu akan aku siksa” kata pak Kepsek mengancam Elsi.

“Aku mohon pak lepaskan saya” pinta Elsi sambil menangis.

“Plaaaakk…” kembali pak Kepsek menampar pipi Elsi

“Hentikan pak sakiit…”

“Makanya kamu nurut saja sama aku jangan banyak omong” sentak pak Kepsek.

Kemudian pak Kepsek mulai menelanjangi Elsi, dia melepas semua kain yang menempel pada tubuh Elsi. Terlihatlah toket yang gak begitu besar dengan pentil berwarna coklat . Pak Kepsek kemudian meremas toket Elsi dengan penuh nafsu. Dia memainakan puting Elsi. Dipilin-pilinya dan sesekali dijilatnya. Kembali terdengar suara Elsi meronta,

“Cukup pak hentikan ku mohon…” pintanya masih dengan isak tangis.

“Sudah aku bilang kamu diam saja, mau aku tampar lagi?” jawab ketus pak Kepsek.

Dijilatinya dan dihisap kuat kedua putting Elsi secara bergantian.

“Aduuuh pak sakiiit paaakkk…hentikan pak…”

“Aduh Elsi jerit kesakitanmu membuatku semakin bernafsu…”

Terus saja pak Kepsek memainkan toket dan putting Elsi yang masih ranum yang belum pernah tersentuh oleh pria sama sekali. Elsi menahan sakit dan meronta-ronta tapi pak Kepsek terus saja melampiaskan nafsunya. Elsi yang gak bisa berbuat apa-apa hanya pasrah saja dengan apa yang di perbuat oleh pak Kepsek. Kini tangan pak Kepsek beralih ke paha Elsi. Tangannya mengelus-elus pahanya dari bawah sampai ke selakangannya. Mata pak kepsek tertuju pada gundukan memek Elsi.

“Elsi memekmu yang imut membikin bapak semakin bernafsu sayang”

Kemudian mulut pak Kepsek beralih ke bagian selakangan, dia menciumi memeknya yang masih bau khas perawan. Kaki Elsi dibukanya lebar-lebar sambil diendus-endus dengan menggesek-gesekan hidungnya dipermukaan memek membuat Elsi geli, Dijilatinya bulu tipis yang tubuh disekitar permukaan memek. Dengan cermat tangan pak Kepsek menyentuh dinding memeknya dan membukanya sambil mencari letak itilnya dan setelah ketemu dimainkannya itil milik Elsi dengan menggunakan jari tengahnya , sampai terlihat basah kemudian lidah pak Kepsek menyentuh memeknya dan menjilatinya

“Auugghh…jangan paaakkk…” ronta Elsi dengan terus matanya mengeluarkan air mata.
Tangan Elsi meronta-ronta, tapi pak Kepsek segera memegang erat tangan itu sambil lidahnya semakin dalam semakin memainkan lubang memeknya, lidahnya menyentuh itilnya dan dijilatinya cairan yang khas yang keluar dari lubang memek Elsi. Elsi terus mengerang dan merontah diselingi desahan-desahan. Terlihat sekali makin lama Elsi bisa menikmati setiap sentuhan dan permainan dari pak Kepsek birahinya mulai muncul , dia merasakan nikmat untuk yang pertama kalinya, memek perawannya sudah basah karena lendir dia dan ludah dari pak Kepsek.

Semakin liar jilatan kepsek mengusik sampai dalam lubang memekmya,

“Sudah pak hentikan pak….” rengek Elsi. Mendengar itu pak Kepsek lalau menghentikan gerakkannya dan memandang wajah Elsi sambil berkata,

“Yang bener minta berhenti? Kulihat kamu sudah mulai menikmati permainanku” goda pak kepsek. Tapi pak Kepsek kembali lagi dengan menjnilati itil Elsi.

“Ssttthhh…aaahhh…” terdengar suara desahan yang keluar dariu mulut Elsi. Lidah pak kepsek menjilati dan menghisap lender yang keluar dari lubang memeknya.

“Gimana Elsi…enakkan…?” tanya pak kepsek.
Elsi tak menjawab pertanyaan pak Kepsek, dan pak Kepsek pun mengulangi pertanyaannya,

“Gimana Elsi enak gak? Kalau ditanya ya dijawab donk…” Dan dengan mata terpejam Elsi menggangguk dan menjawab secara singkat,

“Iya pak enak banget” jawabnya sambil menutupi wajahnya dengan kain jilbabnya.

Kemudian diarahkannya lagi lidah pak Kepsek ke lubang memeknya

“Aaaaahhh….nikmat paaakkk…” desah Elsi yang sudah mulai terlena akan kenikmatan. Pak Kepsek memang ahli dalam mempermainkan birahi. Itil Elsi digigit pelan membuat Elsi sedikit kesakitan tapi disamping itu juga dia merasakan kenikmatan yang luar biasa sehingga lubang memeknya mengeluarkan lendir yang semakin banyak.

JUDI KARTU TERBAIK HANYA DI WWW.OMDOMINO.COM

Tubuh Elsi menggeliat seperti cacing kepanasan. Menggeliat tak menentu karena dimainkan memeknya dan itilnya. Baru pertama kalinya Elsi merasakan kenikmatan dan tanpa disadari Elsi hampir meraih klimaksnya. Badannya mengejang dan mengangkat . Mengetahui akan hal itu pak Kepsek semakin liar menjilati itil Elsi. Dan tiba saatnya tubuh Elsi kejang itu tandanya dia sudah merasakan orgasme ,

“Ooooohhh…aaahhhh….” erangan Elsi sambil sambil mengigit bibir bawahnya dan tanganya tanpa sadar menjambak rambut pak Kepsek. Pak kepsek pun membiarkannya.

Tak lama kemudian pak Kepsek yang sudah sangat bernafsu segera melepas celana panjang dan CDnya. Batang kontolnya yang sudah menegang lalu diarahkan ke wajah Elsi.

“Ayo Elsi jilat kontol bapak”

“Gak ah pak jijik” jawab Elsi.

Kemudian pak Kepsek menuntun tangan Elsi untuk memegangi kontolnya. Elsi pun lantas meremas dan mengelus batang kontol pak Kepsek.

“Aaaahhh…terus sayaaang…” erang pak Kepsek. Elusan Elsi semakin lama berganti jadi kocokan naik turun. Pak Kepsek terus-terusan mendesah dan mengerang. Dia meminta Elsi untuk menjilati kontolnya, awalnya Elsi menolaknya, karena bujukan dari pak Kepsek akhirnya Elsi menjulurkan lidahnya, mencoba untuk menjilati kepala kontolnya. Dirasa kurang puas dengan jilatan Elsi kemudian pak Kepsek menarik kontolnya dari mulut Elsi lalu diarahkan ke lubang memek Elsi. Ditempelkan kepala kontol ke dinding memek sambil ditekan perlahan. Sampai pada akhirnya kontol yang besar itu masuk ke dalam lubang memeknya.

Baru kepala kontol masuk hamper separo, Elsi menjerit kesakitan,

“Aduuuh paaakkk….sakiiittt… “

Mendengar itu pak Kepsek tak menghentikan usahanya untuk menjebol dinding perawan milik Elsi, Dia malah semakin berusah untuk terus menekan btang kontolnya gar masuk seluruhnya ke dalam memek Elsi. Sampai pada akhirnya “Bleeessss….” dengan paksa pak Kepsek menghentakan kontolnya hingga kontolnya masuk semua dan mengakibatkan dinding selaputnya robek dan mengeluarkan darah

“Sssstthhh….aaahhh….” Elsi mengeluh panjang sambil menggigit bibirnya,  pak Kepsek masih melanjutkan aksinya tanpa henti dia memaju mundurkan kontolnya dengan d iringi oleh desahan-desahan yang keluar dari mulut Elsi maupun mulut pak Kepsek.

“Memekmu sangat enak sekali…” kata pak Kepsek sambil terus menggenjot memek Elsi. Baik Elsi maupun pak Kepsek sudah saling menikmati adegan ngentot antara murid dan Kepala Sekolah.

Wajah Elsi meringis antara sakit dan nikmat yang dia rasakan, tangannya mencengkeram tepian sofa, dan mulutnya mengeluarkan desahan dan rintihan sambil kepalanya menggeleng-geleng menahan perih yang dirasakan.

Erangan-erangan yang keluar dari multu Elsi membuat pak Kepsek semakin bernafsu. Genjotan pak Kepsek semakin cepat pertanda kalau pak Kepsek hampir mencapai klimaks.

“Elsii…bapak hamir sampai sayaaang….”

“Aku juga rasanya seperti mau pipis paaakkk…”

“Ayo sayang kita pipis bareeeng…”

Tak lama kemudian “Crooott…croooot…crooott…” seluruh sperma pak Kepsek muncrat ke dalam memek Elsi. Setelah dirasa sudah habis semburan spermanya pak Kepsek perlahan mencabut kontolnya dari dalam lubang memek Elsi.

Terlihat sperma yang kental keluar dari lubang memek, bercampur dengan darah perawan berwarna merah, d ambilkan tisu untuk mengusap spermabercampur darah yang keluar dari dalam memek. Sambil mengelap mata Elsi kembali menitihkan air,

“Udah gak usah nangis lagi, bersihkan saja sisa sperma dan darahmu itu” kata pak Kepsek ketus.

Setelah dirasa bersih, Elsi memakai seragamnya lagi juga merapikan jilbabnya, dia langsung berjalan ke pintu tanpa menatap wajah pak Kepsek. Sebelum sampai membuka pintu pak Kepsek memberikan uang 100ribu kepada Elsi.

“Nih buat jajan kamu…dan kamu jangan bersedih lagi karena mulai sekarang SPP kamu aku yang bayarin, kamu gak perlu kuatir lagi bakal dikeluarin dari sekolah gara-gara telat membayar SPP” tegas pak Kepsek.

“Iya pak terima kasih” jawab singkat Elsi dengan mengelap airmata yang terus saja menetes dari matanya.

“Iya sama-sama…besok kalau aku panggil lagi kamu langsung datang kemari ya” imbuh pak Kepsek.

Kemudian pak Kepsek membukakan pintu dan Elsi berjalan dengan menundukan kepalanya menuju ke ruang kelasnya. Begitulah kisah tragis Elsi yang telat membayar SPP di sekolahnya.
Previous
Next Post »