Dapat Pacar Baru

Perkenalanku dengan Vita tdk aku duga sama sekali. Berawal dari suatu malam saat aku sedang dicafe, tiba-tiba aku mendapatkan telfon dari temanku yang minta untuk aku jemput di bandara, dengan tergesa-gesa aku langsung bergegas keparkiran mobil.



Ketika aku sedang berjalan agak cepat menuju parkiran, aku tak sengaja menabrak seorang gadis hingga Hp nya terlempar dan jatuh.Lalu segera aku mengambilkan hp nya dan aku meminta maaf. Gadis itu menanggapi permintaan maafku dengan baik. Karena aku tergesa-gesa aku cuma minta nomer HP dan pin bb nya. Gadis itupun dengan ramah memberikan nomer hp nya dan pin bb nya juga. Lalu aku langsung bergegas menuju parkiran.

Di tengah perjalanan menuju bandara aku terbayang dengan pesona wajah gadis yang aku tabrak di cafe tadi. Gadis itu sungguh ayu dan manis sekali serasa hatiku langsung terpikat. Orangnya tinggi semampai, tubuh berisi dan seksi, wajah ayunya selalu membayangiku sepanjang perjalanan. Aku pun teringat kalau aku sudah mempunyai nomer hp dan pin bb nya, aku pun langsung sms gadis itu.

“Selamat malam, aku mau minta maaf soal di cafe tadi ya, namaku Agus”. Tak sampai beberapa lama gadis itu pun membalas sms ku
“It’s ok..gak papa kok, aku Vita” balanya.

Sms itu pun terus berlanjut, hingga akhirnya aku mengajak Vita untuk ketemuan di cafe pertama kali kita bertemu dan Vita pun setuju. Setelah pertemuan yang pertama kira-kira setengah bulan kita janjian lagi untuk bertemu pertemuan yang keduaku dengan Vita, disitu aku mengungkapkan perasaan hatiku dan Vita pun menerimaku sebagai kekasihnya.

AGENT BETTING ONLINE TERBAIK DAN TERPERCAYA WWW.OKE77.COM

Sewaktu malam minggu Vita memintaku untuk menjemput di kantornya. Aku pun langsung tancap gas untuk menjemput Vita, kita sudah berencana kalau nanti malam minggu kita akan pergi bersama, saat tiba di depan kantornya ku lihat dia duduk sendiri sambil memainkan hp nya dengan wajah yang sedikit murung. Setelah parkir mobil aku langsung menghampirinya.

“sudah lama sayang nunggunya ”sapaku
“gak kog belum 1 jam” jawabnya sambil cemberut,
“maaf ya sayang tadi jalanan macet, gimana kita jadi jalan ga nih ”ajakku
“Makan aja dulu yuk aku laper nich dari tadi siang belum makan” ajaknya,
“oke cantikku, makan di mana kita bos, di MCD aja ya”,
“Terserah Kamu aja yang penting makan soalnya udah laper bangt nih”,jawabnya.

Setelah ku ambil mobil di parkiran, kita langsung jalan ke MCD terdekat, setelah selesai makan aku ajak dia nonton film tp dia menolaknya,

“kita pulang dulu aja, aku kan belum mandi, masih bau asem…hihihii”,jawabnya
“Kamu mandi di kontrakanku aja gimana, kan dekat dari sini ,daripada pulang dulu ke rumahmu kan kejauhan”,ajakku
“gak ah..ga enak kalau dilihat sama tetanggamu entar malah jadi bahan omongan”,
“ah itu soal gampang entar aku bilang ke mereka kalau kamu itu adikku”,
“okelah kalau gitu tp awas jangan macem-macem lo, tak sunat lagi biar habis..kapok”, candanya sambil naik ke mobilku,

Setelah sampai di kontrakanku segera ku suruh dia cepat-cepat mandi karena aku gak pengen malam ini cepat berlalu, meskipun malam minggu tp minggunya aku tetap kerja. Vita pun segera menuju ke kamar mandi, aku menunggunya sambil bikin kopi di dapur. Ketika aku dengar shower air menyala langsung timbul pikiran kotorku, ku coba mengintip Vita dari lubang ventilasi yang ada di atas pintu, ku lihat Vita sedang menyabuni toketnya, kontolku pun langsung tegang, timbul keinginan untuk bisa menikmati tubuh pacarku itu, saat sedang asyiknya membayangkan ngentot dengannya tiba-tiba Vita teriak.

“Beb..ambilin handuk dong, ga ada handuk nih”, teriaknya
“Oh iya aku lupa kalau handuknya aku jemur di belakang rumah”, lalu aku turun dan mengambilkan handuk untuknya sambil menjawabnya,
“iya tunggu bentar aku ambilin di belakang”,

Saat aku memberikan handuk kepadanya timbul niatku tuk melampiaskan nafsuku padanya, akhirnya tanpa pikir panjang aku langsung melepaskan pakaianku dan juga CD.

“Nih beb handuknya”,teriakku dari depan pintu,
“Mana..”,jawabnya sambil membuka sedikit pintu kamar mandi dan menjulurkan tangan kanannya, saat tanganya keluar langsung aku pegang tangannya dan ku dorong pintunya sehingga aku bisa masuk ke dlm kamar mandi denganya,
“iiihhh..apa-apaan sih kamu, keluar gak”, teriaknya sambil marah dengan tangan kiri menutupi toketnya.

Aku yang sudah dipenuhi dengan nafsu tak memperdulikan kata-katanya malah aku memeluknya dan mencoba mencium bibirnya,

“aahhh Gus stop, hentikan Gus”, dia mencoba berontak dan berusaha melepaskan diri dari pelukanku, ku pepetkan dia ke dinding kamar mandi,
“Iiihhhhh…Agus”. Dia terus berontak berusaha untuk melepaskan diri, tp tak ku hiraukan dan aku mulai meraba memeknya,
“iiih Agus apaan sih kamu…aduh..uuddaaah…donk…aahhh..” Lenguhnya,

Vita menggeliat saat jariku bermain di memeknya, Lama-lama perlawananya melemah saat aku cium bibirnya dan ku mainkan memeknya, seolah pasrah dan mencoba untuk menikmati, Enak kan beb? ejeku.

Dia tak menjawab hanya suara “eemmmhh….ahh…aahh…eemmhh..” Yg keluar dari bibirnya,

Setelah aku yakin dia tak akan melawan lagi, aku beralih menjilati dan memainkan toketnya, aku hisap dan ku pilin putingnya dan berhasil membuat dia mendesah lebih keras lagi. Vita pun menekan kepalaku ke toketnya, seolah tak ingin aku menghentikan permainanku, tak berapa lama setelah aku memainkan jariku di memeknya tiba-tiba tubuhnya menegang, pahanya menjepit erat tanganku dan tangganya memeluk erat kepalaku.

“Oooohhh…Agus..” dia mengerang keras saat mencapai klimaks dia lemas dlm pelukanku,
Karena sudah tdk tahan menahan nafsuku maka segera ku arahkan kontolku yang sudah keras ke lubang memeknya saat dia masih menikmati sisa-sisa orgasmenya.

Saat kepala kontolku menyentuh lubang memeknya dia pun sadar dan langsung mencoba mendorongku agar menjauh dari tubuhnya, tp dengan cepat langsung ku tekan keras kontolku masuk ke memeknya.

“aaaarrrggghh… Sakittt…Guuss” Dia berteriak sambil menutup matanya dan mengigit bibirnya, Ku diamkan beberapa saat kontolku di dlm memeknya sampai kurasa dia sudah tak kesakitan lagi, pelan ku coba untuk menggoyangkan kontolku agar menembus memeknya,
“Ahh..ohh..ahh..ahh..” Desahanya membuatku makin bernafsu untuk menggenjotnya,
“ohh..ohh..yess..ahh.. Enak bnget memekmu beb”,
“Ahh… Ahh… Ahh… Udah lah cepet selesaiin sakit nih “,jawabnya sambil tetep merintih,, entah karna enak atau sakit beneran,, Ku percepat genjotanku, sekitar 20 menit kemudian dia mengerang keras,

“Aaaaaaaarrrrggghhh…oooohhhh.. Aku keluar lagi Guuus…” Teriaknya saat dia mencapai klimaksnya untuk yang kedua.
“Ohh..aahhh.. aku juga mau keluar beb,,ohh.. Ahh.. Ah..nikmat sekali… Aku gak kuat lagi…”
“Jangan Gus, cepet cabut kontolmu..jangan keluarkan di dlm” teriaknya,

Aku yang sudah di pucuk kenikmatan tak menghiraukan teriaknya dan ku percepat genjotanku ke mememknya,,,

“Ooohh… Ahh.. Aaaahhhh aku keluar beb”, ku tekan dlm-dlm kontolku ke dlm memeknya dan crooeetttt…creeetttt…creettt… creett…creeett…creeettt..semprotan pejuhku tumpah dlm rahimnya.

Lemas sudah aku, lalu ku cabut kontolku dari memeknya dan duduk di atas kloset duduk,sementara Vita duduk bersimpuh di lantai kamar mandi sambil menangis, ku lihat dari lubang memeknya, pejuhku keluar bercampur darah perawan Vita. Setelah beberapa saat mengatur nafas kemudian ku dekati Vita, ku peluk dia tp dia berusaha menolak dan mendorongku, akhirnya ku peluk paksa dia sambil aku meminta maaf,

“Beb aku minta maaf ya, aku khilaf, aku gak bermaksud mengambil keperawananmu”, bujukku namun dia diam saja.
“Aku sangat mencintaimu dan menyayangimu aku akan bertanggung jawab atas apa yang aku lakukan padamu beb”, dia tetap diam saja, akhirnya aku membantunya untuk berdiri dan ku tatap matanya sambil berkata bahwa aku akan melamarnya.

Akhinya dia pun menjawab,
“kamu sudah merenggut apa yang selama ini aku jaga, kamu udah buat aku ternoda, bahkan kamu sudah menumpahkah spermamu ke dlm rahimku. Bila nanti sampai aku hamil berarti kamu sudah benar-benar berhasil membuat hidupku hancur”, jawabnya dengan penuh amarah.

JUDI KARTU TERBAIK HANYA DI WWW.OMDOMINO.COM

“Tadi aku kan bilang beb, kalau aku akan bertanggung jawab atas apa yang yang terjadi hari ini, aku akan melamarmu”, ku coba menenangkannya tp di luar dugaanku dia berkata
“sudahlah kamu tak perlu melakukan apapun entah itu melamarku, datang ke rumahku atau datang menemuiku ”
“Tp kenapa beb, aku tau aku memang sudah salah, tp aku mau bertanggung jawab”.

Tiba-tiba dia memberikan hpnya dan menunjukkan sms dari kakaknya sambil memakai bajunya dan berkata
“aku pikir kamu adalah laki-laki terbaikku yang aku pilih untuk hidupku, tp ternyata aku salah, kamu sama saja seperti laki-laki yang lain”

Akhirnya Vita meminta ku untuk mengantarnya pulang dan aku tak bisa menolaknya, isi sms kakaknya kurang lebih intinta kalau Vita akan di jodohkan dengan teman kakaknya. Sungguh aku tdk akan pernah rela jika Vita jadi milik laki-laki lain.
Previous
Next Post »