Bercinta Dengan Ibu Teman Baikku

Perkenalkan namaku Redi umurku 23 tahun. Aku mempunyai tinggi badan badanku kurus tapi berotot dengan perawakan arab, indo dan cina.



Kisah ini berdasarkan pengalamanku pribadi yang baru saja kualami.Yaitu bercinta dengan ibu temanku namanya tante Dian.Tande Dian ini merupakan ibu kandung dri teman baiku yang bernama Reno.Aku kenal dengan Reno semenjak aku sekolah di Bandung.Rumah Reno terbilang besar yang hanya ditinggali oleh Reno sendiri.Disitu merupakan basecampku selama menimba ilmu di Bandung.

Sore itu aku mampir ke rumah Reno untuk melepas lelah, karena mau balik ke kost rasanya malas sekali.

Reno(E), Aku (A) :
A : “No, aku bawa minuman nih kita mabuk yuks”

E : “Gak dulu deh, mamaku baru aja datang dari Jakarta, mendingan kamu simpan saja minumanmu”

A : “Oh…gitu ya, oke kalau gitu tak masukin dulu ke mobil ni minuman”

Aku lantas bergegas menuju parkiran mobilku untuk menyimpan botol minuman yang kubawa.
Baru saja mau kembali masuk tiba-tiba ada suara yang menghentikan langkahku, saat kulihat ternyata mamanya Reno.Mataku terbelalak ketika melihat wajah dan tubuh tante Dian yang masih terlihat muda. Dia lalu bertanya padaku,

AGENT BETTING ONLINE TERBAIK DAN TERPERCAYA WWW.OKE77.COM

“Kamu siapa, temannya Reno?” tanya mama Reno.

“Iya tante, perkenalkan nama saya Redi saya teman kuliah Reno” kataku sambil menyodorkan tanganku untuk bersalaman.

“Tante Dian” ucapnya sambil membalas salamanku.Lalu tante Dian mempersilakan saya masuk menemui Reno.

Setelah kembali ke kostan entah mengapa pikiranku masih membayangkan wajah cantik dan tubuh seksi tante Dian.Tubuh yang ramping dengan kaki panjang dan memiliki toket montok, begitulah kira-kira gambaran tante Dian.Tapi aku mencoba menepis bayangn itu karena dia ibu dari temanku.

Singkat cerita, aku sering ke rumah Reno untuk sekedar bermalas-malasan, meskipun mamanya ada di rumah itu tak menghalagiku untuk tetap bermain ke rumah Reno. Lagian Tante Dian jarang di rumah, entah itu dia berbelanja atau berkunjung ke rekan-rekannya. Kalau pulang pasti larut malam.

Siang itu aku dan Reno menegrjakan tugas kuliah di rumah Reno.Kami berdua mengerjakan secara bergantian, kalau aku yang mengerjakan Reno istirahat begitu sebaliknya. Kebetulan yang mengerjakan pertama yaitu Reno jadi aku bias tidur sejenak sampai giliranku mengerjakan tugas tiba.

“Bangun Di, giliranmu nih, tugasku udah kelar” teriak Reno. Aku yang tidur kemudian terbangun dan mencoba bangkit untuk melakukan kewajibanku.

“Iya iya pelan-pelan kenapa gak ngenakin orang tidur aja, mana laper juga aku…huft….” Kataku menggerutu.

“Ya udah makan dulu aja sana, tuh tadi mama pulang beli makanan ditaruh di meja makan.Aku mau tidur dulu ngantuk banget aku” kata Reno sambil memeluk guling dan tak berapa lama matanya sudah terpejam.

“Baiklah aku makan dulu ya, kamu mau dibawakan gak kalau aku balik lagi ke kamar?” tanyaku pada Reno.

Tapi Reno tak menjawabnya pertanda dia sudah tertidur lelap.Perutku yang sudah lapar membuatku bergegas menuju meja makan.Kulihat di meja sudah tersedia 3 piring, mungkin saja untuk aku, Reno dan tante Dian. Baru saja aku duduk, tiba-tiba terdengar suara tante Dian berteriak dari kamar.

“Reno makannya bareng sama mama ya” katanya sambil melangkah menuju meja makan. Karena yang di meja makan Cuma ada aku tante Dian terus bertanya padaku,

“Kamu Redi, Reno mana?” tanyanya agak kaget.

“Reno tidur tante katanya capek habis ngerjain tugas kuliah”

“Oya udah, kamu makan nemenin tante ya, biar si Reno tidur kasian dia” katanya sambil menarik kursi yang ada di depanku.Tante Dian mengenakan daster tipis berwarna putih yang mempertontonkan kemontokan toketnya, dan seketika itu juga kontolku langsung tegak mengacung yang membuatku agak risih.

Waktu makan kami berdua tak banyak ngomong, hanya ada beberapa pertanyaan dari tante yang bertanya tentang kuliah Reno.Tapi mataku tak henti-hentinya memandangi toket tante Dian, ingin sekali rasanya aku menjilati puting tante Dian.Setelah selesai makan, tante Dian merapikan meja makan, dia menyuruhku untuk tetap duduk ditempat untuk mencicipi pudding bikinannya. Aku merasa senang sekali karena bisa melihat toket tante Dian lebih lama.

“Redi, tante minta tolong donk” katanya, yang menyadarkanku dari lamunan.Lantas aku menghampirinya berada di dapur.

“Iya tante ada apa?” jawabku.

“Tolong Di, nih tangan tante tersangkut pas ambil cincin tante yang jatuh ke dalem saluran air” katanya sambil berusah mencabut tangannya yang menyangkut di dalam saluran air. Kucoba untuk menarik tangan tante nama belum berhasil.

“Agak kenceng donk Di nariknya biar bisa keluar tangan tante”

“Kalau dari samping memang gak bisa kenceng tante, tapi kalau aku nariknya dari belakang tante bisa kenceng, gimana?”

“Ya udah terserah darimana aja yang penting tangan tante bisa lepas” kata tante agak sedikit jengkel karena tangannya belum bisa keluar juga.

Aku lantas ambil posisi berdiri di belakang tante Dian, waaah pucuk dicinta ulam pun tiba kataku dalam hati.

“Aku tarik nih ya tante” kataku member aba-aba. Tante Dian hanya mengangguk. Kurapatkan tubuhku di belakang tubuh tante Dian, kedua tanganku memegang tangannya yang masuk ke dalam saluran air siap untuk menariknya. Dan ternyata kontolku yang menempel pada bokong berubah menjadi tegang.

“Siap tante …1…2…3” kedua tanganku menarik kencang tangannya dan kakiku yang satu bertumpu pada tembok yang ada di belakangku. Dan lantas “Gubraak” akhirnya tangannya berhasil keluar dari dalam selokan air, tubuh kami terjatuh dengan posisi badan tante Dian menindihku.

“Aduuuh, rasanya sakit banget Di..” katanya sambil mencoba berdiri dan mengelus-elus tanganya. Sedangkan aku masih terbaring di lantai.

“Makasih banget ya Di, maaf jadi merepotkanmu, sampai jatuh segala” katanya manja.

Lalu aku berdiri dan segera menutupi celanaku yang basah karena basahnya tepat pada kontolku yang sedang tegang.

“Gakpapa kog tante, seneng bisa bantu tante” kataku berbasa-basi. Kulihat mata tante Dian mulai melihat kearah celanaku yang basah, tapi lalu berpaling lagi.

“Maaf tante, Redi permisi dulu ya mau ganti celana dulu karena nanti mau ngerjain tugas lagi”

“Ya udah sana masuk ke kamar Reno, biar nanti kubawakan pudding ke sana sekalian kasih ke Reno juga pudingnya…sekali lagi makasih ya Di…”

JUDI KARTU TERBAIK HANYA DI WWW.OMDOMINO.COM

Setelah berganti celana aku segera melanjutkan mengerjakan tugas kuliahku lagi. Tapi pikiranku masih membayangkan kejadian tadi ketika kontolku yang sedang tegang menempel di bokong tante Dian. Tak berapa lama tante Dian yang masih mengenakan daster tipis masuk ke kamar Reno dan membawa pudding untukku dan juga untuk Reno. Kumencoba untuk membangunkan Reno tetapi tak berhasil. Tidurnya benar-benar sangat lelap. Mengetahui Reno tak mau bangun tante Dian tak lantas pergi, dia malah duduk di karpet samping kasur, dia sibuk bermain Hp dan mengajakku ngobrol ngalor ngidul yang juga duduk di karpet yang sedang mengerjakan tugas kuliah. Dan tiba-tiba tante Dian tertawa geli sambil berkata pelan padaku,

“Ih Redi, kontolmu berdiri ya?hahahaa…”
Aku yang mendengar itu sontak saja jadi kaget, ternyata tante Dian memperhatikan kontolku yang sedang berdiri.

“Aduh tante maaf, ni burung memang gak bisa nahan kalau lihat wanita canti dan seksi seperti tante ini” kataku pelan dengan nada bercanda.

“Ah, kamu bisa aja deh Di” jawabnya sambil mencubit pahaku.

“Iya bener tante, tante memang cantik dan seksi” balasku lagi dengan nada merayu.

“Kamu ini temannya lagi tidur malah menggoda mamanya,,,xixixixi” katanya sambil berdiri dan berjalan menuju toilet kamar Reno.

Seperti mendapat lampu hijau, aku merasa birahiku tak bisa terbendung lagi. Ingin sekali aku merasakan kehangatan tubuh dari mamanya temanku sendiri. Segera kususul tante Dian ke kamar mandi yang pintunya tak ditutup. Kulihat tante Dian sedang berdiri di depan kaca. Tanpa menunggu lama-lama langsung saja kudekap dia dari belakang, tangan kananku meremas toketnya yang indah yang sejak dari tadi ingin kucicipi.

Karena sudah terlalu nafsu, aku sudah tak peduli dengan kamar mandi yang tak tertutup dan ada seorang teman baikku yang tengah tertidur. Tante Dian tak memberikan perlawanan apapun dia menikmati setiap rabaanku.

“Sssthhh…aahhh…awas lho kalau Reno bangun…” desahnya sambil tubuhnyamenggelinjang di depan kaca dan menggesek-gesekan bokongnya dengan kontolku yang sudah menegang sempurna.

Tanganku terus memilin-milin putingnya dari belakang, tante Dian benar-benar sangat bernafsu, dia terus-terusan mendesah menahan nikmat. Tiba-tiba terdengar suara Reno yang tebangun dari tidurnya,

“Woii Di, berisk amat sih lho ganggu tidurku aja, buruan keluar aku mau kencing nih”

“Iya tunggu sebentar aku baru mau mandi” jawabku sambil menyalakan shower.

Kulepaskan daster tante Dian beserta BH dan Cdnya sekalian, tante Dian hanya diam pasrah. Kujilati putingnya dengan ganas, tante Dian menggeliat sambil tangannya mengelus-elus kontolku yang masih terbungkus celana boxer. Aku merasa seperti disetrum saat tangannya meremas kontolku dengan kerasnya. Kubalikan badan tante mengarah ke tembok kamar madi, lalu dengan segera kulepas celana boxerku dan CDku, tanpa menunggu aba-aba lagi aku langsung menyodok memek tante Dian dari belakang. Kugenjot memeknya dengan kerasnya tante Dian menjerit pelan,

“Auuhh…terus Redi…”. Kuraba toketnya yang mengantung indah yang ikut bergoyang karena sodokan kontolku di memeknya. Kontolku serasa dijepit oleh memek tante Dian. Selang beberapa menit Reno mengetuk pintu kamar mandi yang sudah kututup ketika kudengar suara Reno ketika bangun tadi.

“Redi, buruan donk aku sudah kebelet nih” katanya sambil mengetuk pintu kamar mandi.

“Iya bentar baru pakai sabun nih” kataku sambil terus menggenjot memek tante Dian. Reno tak tahu kalau aku sedang menikmati gaya doggy style bersama mamanya.

“Ya udah aku ke kamar mandi lain saja” jawab Reno setengah kesal. Akupun melanjutkan kembali menyodok memek tante Dian dengan liarnya. Tak berapa lama tubuh tante Dian mengejang pertanda dia mau keluar,

“Ayo Di sodok lebih cepat lagi tante mau…aaaahhhhhh….enak sayank….”

Selang beberapa menit akupun telah mencapai klimaksku. Kusemprotkan seluruh spermaku ke dalam memek tante Dian.

Kami berdua lantas mandi bareng. Selesai mandi aku keluar kamar mandi duluan dan memastikan kalau Reno belum kembali ke kamar. Setelah kupastikan aman tante Dian keluar dan langsung kembali ke kamarnya sendiri. Benar-Benar pengalaman yang tak bias kulupakan seumur hidupku, ngentot mama temanku.
Previous
Next Post »